Kontribusi Ilmiah di Tingkat Regional Asia: Presentasi Riset Stunting pada Konferensi Internasional di Hong Kong
Kontribusi Ilmiah di Tingkat Regional Asia: Presentasi Riset Stunting pada Konferensi Internasional di Hong Kong
Hongkong, 4 Desember 2025 - Prof. Tantut Susanto memperoleh pengakuan internasional melalui penerimaan abstrak ilmiah untuk dipresentasikan dalam Sigma Asia Regional Conference 2025. Berdasarkan pemberitahuan resmi dari panitia konferensi, abstrak dengan nomor A2339 berjudul “History of Maternal Nutritional Status in 1st Semester and Stunting in Children Aged 0–24 Months: Case-Control Study of Indonesia” telah dinyatakan diterima oleh Scientific Committee untuk dipresentasikan dalam kategori Oral Presentation.
Konferensi ini merupakan forum ilmiah internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk berbagi hasil penelitian, inovasi, dan praktik terbaik di bidang kesehatan. Topik penelitian yang dipresentasikan oleh Prof. Tantut Susanto berfokus pada hubungan antara status gizi ibu pada trimester pertama kehamilan dengan kejadian stunting pada anak usia 0–24 bulan, yang merupakan isu strategis dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak serta pencegahan stunting di Indonesia.
Penerimaan abstrak ini menunjukkan pengakuan atas kualitas dan kontribusi ilmiah Prof. Tantut Susanto dalam pengembangan ilmu keperawatan dan kesehatan masyarakat di tingkat internasional. Partisipasi dalam konferensi ini juga memberikan kesempatan untuk memperluas jejaring akademik global, memperkuat kolaborasi penelitian, serta meningkatkan visibilitas institusi dalam forum ilmiah internasional.
Melalui keikutsertaan dalam Sigma Asia Regional Conference 2025, diharapkan dapat mendorong pengembangan penelitian yang berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan stunting. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi serta peningkatan kontribusi akademik di tingkat regional dan global.