History
History
Universitas Jember sebagai Universitas Negeri yang saat ini berstatus Badan Layanan Umum (BLU) memiliki 15 Fakultas dan mengelola 131 Program Studi termasuk di dalamnya adalah Program Pascasarjana. Fakultas yang dikelola Universitas Jember adalah: Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Farmasi, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Keperawatan, Pascasarjana.
Hingga saat ini Universitas Jember telah memiliki Program Studi Pascasarjana dalam bidang kesehatan yaitu ; S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat, S2 Bioteknologi, S2 Keperawatan, S2 Farmasi, dan S2 Administrasi Kesehatan. Sementara itu, Universitas Jember juga memiliki prodo S3 dalam bidang kesehatan yaitu S3 Bioteknologi dan S3 Keseahatan Masyarakat.
Visi Universitas Jember adalah “Menjadi Perguruan Tinggi Terkemuka dalam Inovasi Pertanian Industrial yang Berkelanjutan dan Bereputasi Internasional”. Sedangkan Misi Universitas Jember adalah Menyelenggarakan dan mengembangkan Pendidikan yang bereputasi internasional dengan mengedepankan glokalisasi inovasi ipteks dan berkarakter kebangsaan; Menghasilkan dan mengembangkan glokalisasi inovasi dalam bidang pertanian industrial berkelanjutan melalui proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang kreatif, inovatif, dan adaptif; Mengembangkan sistem pengelolaan Universitas yang transparan dan akuntabel berbasis teknologi informasi.
Berdasarkan visi dan misi dari Universitas Jember, maka perlu adanya pengembangan Pusat Unggulan IPTEK di bidang kesehatan terutama dalam aplikasi Ilmu Kedokteran, Kesehatan dan Pertanian untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan komunitas pertanian. Oleh karena itu, untuk mendukung fasilitas riset di bidang kesehatan telah dibentuk fasilitas yang memadai yaitu Center of Excellence of Agromedicine (CEAMED) yang merupakan pengembangan khusus dari Integrated Laboratory for Health Sciences Universitas Jember. Integrated Laboratory for Health Sciences merupakan salah satu pusat laboratorium terpadu di bidang Kesehatan. CEAMED mulai berdiri pada tahun 2022 dengan SK No. 97/UN25/KP/2022 yang terdiri dari 4 divisi yaitu: 1). Research and Development; 2). Education and Training; 3). Business Development & Industry Engagement; 4). Health Service and Policy. Seiring dengan perubahan dan perkembangan visi dan misi terbaru dari Universitas Jember yang berorientasi pada pertanian industrial berkelanjutan dan untuk menunjang pencapaian kinerja dari CEAMED maka dilakukan perubahan struktur keanggotaan dari PUI-PT CEAMED sesuai dengan dokumen SK No. 3650/UN25/KP/2026 tentang pengangkatan personel pusat PUI-PT CEAMED didukung dengan SK No. 3650/UN25/KP/2026 tentang pengangkatan tenaga penunjang PUI-PT CEAMED.
CEAMED mempunyai visi sebagai pusat unggulan agromedis nasional dan internasional dengan penerapan Ilmu Kesehatan dan Pertanian untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan komunitas pertanian melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Istilah agromedis merujuk pada penerapan atau aplikasi ilmu Kedokteran, Kesehatan, dan Pertanian untuk mempromosikan dan menangani masalah kesehatan dan keselamatan petani, pekerja pertanian, keluarga petani, serta konsumen produk-produk pertanian. Adapun misi CEAMED antara lain, (1) meningkatkan kapasitas SDM dan manajemen pengelolaan pusat unggulan Agromedicine; (2) melakukan dan mengembangkan riset dasar dan terapan mengenai empat tema riset utama Agromedicine; (3) meningkatkan publikasi yang bereputasi, kerja sama dan rekognisi global dibidang Agromedicine; (4) mengkomersialisai produk, prototipe, obat dan model layanan Agromedicine melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Tujuan pembentukan CEAMED antara lain: (1) memenuhi tuntutan perkembangan sains dan teknologi kesehatan khususnya dalam bidang Agromedicine, (2) mengembangkan teknologi kesehatan dan produk kesehatan melalui pendekatan Agromedicine, (3) mengembangkan layanan kesehatan dengan menekankan layanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif melalui pendekatan Agromedicine, (4) meningkatkan kualitas produk Tri dharma perguruan tinggi melalui kegiatan pendidikan dan penelitian kesehatan, (5) mencetak generasi yang berinisiatif, responsif terhadap lingkungan serta berorientasi pada kegiatan riset dan pengembangan Agromedicine tepat guna, (6) meningkatkan peran dalam pengembangan Agromedicine melalui publikasi, seminar dan workshop skala nasional dan internasional; (7) meningkatkan perilaku kinerja dan profesionalisme SDM serta efisiensi dan efektivitas manajemen kelembagaan, (8) memperluas jejaring kerja sama nasional dan internasional berdasarkan asas kesetaraan.
Untuk efektifitas manajemen dan pengelolaan lembaga, CEAMED dipimpin oleh seorang Koordinator dan memiliki empat divisi yang masing-masing mempunyai tugas, pokok, dan fungsi yang sesuai dengan arah pengembangan, yaitu (a) Divisi Research and Development; (b) Divisi Education and Training; (c) Divisi Business Development and Industry Engagement; dan (d) Divisi Health Services and Policy. Secara kelembagaan, CEAMED didukung oleh SDM yang terdiri dari 13 peneliti dengan kualifikasi 11 Doktor dan 2 Magister dengan kompetensi di bidang Kedokteran, Kedokteran Gigi, Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Teknik, dan Biologi, serta 3 tenaga penunjang yang terdiri dari 1 laboran, 1 tenaga administrasi dan 1 tenaga IT, seperti Gambar 1. Ada sedikit perubahan tim peneliti CEAMED dibandingkan pada saat awal dibentuk pada tahun 2021, hal ini dilakukan guna menyesuaikan kebutuhan dinamikan pencapaian visi, misi dan tujuan CEAMED.