Partisipasi dalam Forum Ilmiah Asia Pasifik: 2025 APATID International Symposium di Busan
Partisipasi dalam Forum Ilmiah Asia Pasifik: 2025 APATID International Symposium di Busan
Jember, 14 Juli 2025 - Dr. Erma Sulistyaningsih secara resmi menerima undangan dari Gyeongsang National University College of Medicine, Korea Selatan, untuk berpartisipasi sebagai pembicara undangan dalam kegiatan 2025 Asia Pacific Alliance for Tropical Infectious Diseases (APATID) International Symposium. Simposium internasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada tanggal 12 hingga 14 Oktober 2025 di Busan, Korea Selatan, dan merupakan forum ilmiah bergengsi yang mempertemukan para ahli di bidang penyakit infeksi tropis dari kawasan Asia Pasifik dan dunia.
Undangan tersebut disampaikan langsung oleh Prof. Byoung-Kuk Na, PhD, selaku Professor dan Head Department of Tropical Medicine and Parasitology serta Director BK21FOUR Center for HRDB, Gyeongsang National University College of Medicine. Dalam surat undangan tersebut, Dr. Erma Sulistyaningsih diundang sebagai invited speaker untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta kontribusi ilmiah terkait penyakit infeksi tropis, sekaligus berpartisipasi dalam diskusi aktif mengenai peluang kolaborasi penelitian di masa depan.
Kegiatan APATID International Symposium merupakan wadah strategis untuk memperkuat jejaring akademik dan penelitian internasional, khususnya dalam upaya penanggulangan dan pengembangan ilmu pengetahuan terkait penyakit infeksi tropis yang masih menjadi tantangan kesehatan global. Partisipasi Dr. Erma Sulistyaningsih sebagai pembicara undangan menunjukkan pengakuan internasional terhadap kompetensi dan kontribusi ilmiah beliau di bidang tersebut.
Seluruh biaya partisipasi, termasuk tiket perjalanan internasional dan akomodasi selama kegiatan berlangsung, ditanggung oleh panitia penyelenggara dari Gyeongsang National University. Hal ini mencerminkan komitmen penyelenggara dalam mendukung partisipasi para ahli dan memperkuat kerja sama penelitian lintas negara dan diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan kerja sama akademik internasional serta meningkatkan kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian di bidang penyakit infeksi tropis, khususnya di kawasan Asia Pasifik.