Penyuluhan dan Diskusi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Masyarakat Agroindustri
Penyuluhan dan Diskusi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Masyarakat Agroindustri
Jember, 16 September 2023 – Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada masyarakat agroindustri, khususnya dalam aktivitas produksi, pengolahan, dan lingkungan kerja sehari-hari. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, penurunan produktivitas kerja, serta munculnya penyakit akibat kerja maupun penyakit berbasis lingkungan. Selain itu, rendahnya kesadaran terhadap pentingnya kebersihan diri, sanitasi lingkungan, serta pengelolaan limbah agroindustri juga menjadi tantangan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman.
Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa sebagian masyarakat agroindustri belum memiliki pengetahuan yang memadai terkait praktik PHBS yang sesuai dengan standar kesehatan. Penerapan kebiasaan seperti mencuci tangan yang benar, penggunaan alat pelindung diri (APD), pengelolaan limbah produksi, serta pemeliharaan sanitasi lingkungan kerja masih belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan penyuluhan dan diskusi interaktif yang tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membangun kesadaran dan komitmen bersama dalam menerapkan PHBS secara berkelanjutan.
Program pengabdian ini dilaksanakan melalui metode edukasi partisipatif yang melibatkan masyarakat secara aktif. Kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai konsep dasar PHBS, pentingnya kebersihan lingkungan kerja agroindustri, serta dampaknya terhadap kesehatan dan produktivitas. Selanjutnya dilakukan sesi diskusi dan tanya jawab untuk menggali permasalahan yang dihadapi masyarakat serta mencari solusi yang sesuai dengan kondisi setempat. Peserta juga diberikan contoh praktik langsung, seperti teknik mencuci tangan yang benar, penggunaan APD yang tepat, serta cara pengelolaan limbah sederhana namun efektif.
Tim pengabdian berperan sebagai fasilitator dan edukator, sementara masyarakat agroindustri dilibatkan secara aktif dalam setiap sesi kegiatan. Pendekatan partisipatif ini bertujuan agar materi yang disampaikan lebih mudah dipahami, diterima, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui umpan balik peserta dan observasi perubahan pemahaman selama diskusi berlangsung.
Melalui kegiatan Penyuluhan dan Diskusi PHBS ini diharapkan masyarakat agroindustri mampu meningkatkan kesadaran dan keterampilan dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, baik di lingkungan kerja maupun di rumah. Peningkatan pengetahuan dan praktik PHBS diharapkan dapat menurunkan risiko penyakit, meningkatkan produktivitas kerja, serta menciptakan lingkungan agroindustri yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya kesehatan yang dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan dan dinamika masyarakat setempat.