Pengembangan Usaha Jamu Tradisional Terpadu di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember Tahun Kedua
Pengembangan Usaha Jamu Tradisional Terpadu di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember Tahun Kedua
Jember, 8 September 2023 – Tim KeRis-DiMas Produk Bioaktif dari Bahan Alam Fakultas Farmasi Universitas Jember melaksanakan hilirisasi riset melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Pengembangan Usaha Jamu Tradisional Terpadu Tahun Kedua di RT 02/RW 07 Lingkungan Kalikotok, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program tahun pertama yang berfokus pada peningkatan mutu produksi sesuai prinsip CPOTB, dan pada tahun kedua diarahkan pada transformasi hasil riset bahan alam menjadi produk inovatif yang memiliki nilai tambah ekonomi dan siap dipasarkan. Program ini menjadi bentuk nyata implementasi penelitian tanaman obat, khususnya jahe, agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah tetapi berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pelatihan diversifikasi produk berbasis konsep zero waste home industry. Limbah ampas jahe yang sebelumnya terbuang kini diolah menjadi kue kering (cookies) bernilai jual, sementara jamu cair yang tidak habis terjual dikembangkan menjadi es krim jamu (beras kencur dan kunyit asam) serta serbuk jahe instan kristalisasi dengan masa simpan lebih panjang. Mitra juga memperoleh pendampingan dalam pemilihan bahan baku, proses produksi, teknik kristalisasi, hingga pengemasan higienis menggunakan kemasan pouch dan toples berlabel. Dukungan peralatan seperti mixer, oven, wajan stainless, dan freezer box turut diberikan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi usaha.
Selain inovasi produk, program ini memperkuat aspek manajemen usaha dan pemasaran digital. Mitra mendapatkan pelatihan analisis biaya sederhana, penentuan harga jual, manajemen produksi, serta strategi pemasaran melalui media sosial dan platform daring gratis. Berdasarkan evaluasi kegiatan, lebih dari 90% peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam diversifikasi produk serta pemasaran. Hal ini menunjukkan bahwa hilirisasi riset tidak hanya menghasilkan produk baru, tetapi juga membangun kapasitas kewirausahaan masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui program ini, Fakultas Farmasi Universitas Jember menegaskan komitmennya dalam mendorong hilirisasi riset berbasis potensi lokal yang aplikatif dan berdampak nyata. Luaran yang dicapai meliputi produk diversifikasi jamu bernilai ekonomi tinggi, peningkatan keterampilan mitra, serta model usaha jamu terpadu berbasis pemberdayaan masyarakat. Ke depan, tim akan terus melakukan pendampingan, termasuk mendorong registrasi produk melalui Dinas Kesehatan setempat guna memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen, sehingga pengembangan usaha jamu tradisional ini dapat berkelanjutan dan menjadi model replikasi di wilayah lain.