Pengembangan Desa Wonosari Sebagai "Kampung Wisata Ramah Lansia Sejahtera" Dalam Peningkatan Kualitas Hidup Lanjut Usia di Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso
Pengembangan Desa Wonosari Sebagai "Kampung Wisata Ramah Lansia Sejahtera" Dalam Peningkatan Kualitas Hidup Lanjut Usia di Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso
Gambar Tim peneliti dan pengabdian Masyarakat Kawiralase Universitas Jember
Jember, 20 September 2024 - Program “Pengembangan Desa Wonosari sebagai Kampung Wisata Ramah Lansia Sejahtera” yang dilaksanakan oleh Universitas Jember merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup lansia di Desa Wonosari, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso. Program ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah lansia serta berbagai permasalahan kesehatan dan sosial yang mereka hadapi, seperti hipertensi, diabetes, penurunan fungsi fisik, hingga keterbatasan akses pelayanan kesehatan yang berkelanjutan. Melalui pendekatan pemberdayaan berbasis masyarakat (PKM), tim pengusul berupaya mengoptimalkan potensi desa—baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia—untuk menciptakan lingkungan yang ramah, sehat, dan produktif bagi lansia. Konsep Kampung Wisata Ramah Lansia Sejahtera atau KAWIRALASE dirancang tidak hanya sebagai tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai ruang aktivitas sosial, ekonomi, dan spiritual yang mendukung kesejahteraan lansia secara holistik.
Pelaksanaan program dilakukan melalui lima tahapan utama, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program selama delapan bulan. Kegiatan yang dikembangkan meliputi Posyandu Lansia Sehat Anti Hipertensi (SEHATI), Sekolah Lansia Komprehensif (Sekolangkong), Wirausaha Lansia (Wirahala), Sanggar Lansia Sehat (Sanlase), dan Pariwisata Lokal Lansia (Paralosi). Setiap kegiatan dirancang untuk menjawab kebutuhan lansia secara menyeluruh. Misalnya, posyandu difokuskan pada deteksi dini dan pengendalian penyakit kronis, sekolah lansia meningkatkan literasi kesehatan dan kemampuan baca tulis, wirausaha lansia mendorong kemandirian ekonomi melalui kegiatan berkebun dan kerajinan, sedangkan sanggar seni membantu meningkatkan keseimbangan fisik dan mencegah risiko jatuh. Integrasi ini menunjukkan bahwa kesehatan lansia tidak hanya dilihat dari aspek medis, tetapi juga dari aspek psikologis, sosial, budaya, dan spiritual.
Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader kesehatan dalam mengelola masalah kesehatan lansia, terutama terkait hipertensi, serta adanya perbaikan kontrol tekanan darah secara bertahap. Selain itu, literasi kesehatan lansia meningkat, partisipasi dalam kegiatan sosial bertambah, dan keterampilan ekonomi melalui kegiatan wirausaha mulai berkembang. Program ini juga mendorong terbentuknya tata kelola manajemen Posyandu Lansia yang lebih terstruktur melalui penyusunan Prosedur Operasional Baku (POB). Dengan adanya sistem manajemen yang lebih baik, pelayanan kesehatan lansia menjadi lebih berkelanjutan dan terorganisir. Dampak lainnya adalah meningkatnya kualitas hidup lansia yang diukur melalui indikator WHO-QoL, dengan target 80% lansia mencapai kategori kualitas hidup baik.
Secara keseluruhan, program KAWIRALASE menjadi model inovasi desa berbasis komunitas yang mengintegrasikan kesehatan, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi dalam satu konsep terpadu. Desa Wonosari yang memiliki potensi alam dan sosial yang kuat dapat dikembangkan menjadi pusat kesejahteraan lansia berbasis masyarakat. Program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi lansia, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat desa. Dengan keberlanjutan program yang terjaga, Kampung Wisata Ramah Lansia Sejahtera berpotensi menjadi percontohan bagi desa lain dalam upaya meningkatkan kualitas hidup lansia secara komprehensif dan berkelanjutan.