Peningkatan Pengetahuan Terkait Bahaya Bahan Kimia Obat dalam Sediaan Obat Tradisional
Peningkatan Pengetahuan Terkait Bahaya Bahan Kimia Obat dalam Sediaan Obat Tradisional
Lumajang, 10 Februari 2024 – Fakultas Farmasi Universitas Jember melaksanakan kegiatan hilirisasi edukasi kefarmasian melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Peningkatan Pengetahuan Terkait Bahaya Bahan Kimia Obat dalam Sediaan Obat Tradisional” yang ditujukan kepada siswa-siswi SMK Farmasi Adyatma Lumajang. Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi peran akademisi dalam menindaklanjuti temuan dan peringatan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia terkait peredaran obat tradisional yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO). Penyuluhan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu, 10 Februari 2024, dan diikuti oleh 20 peserta dengan antusiasme tinggi.
Materi yang disampaikan meliputi definisi BKO, regulasi larangan pencampuran BKO dalam obat tradisional sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 007 Tahun 2012, jenis-jenis BKO yang sering ditemukan dalam jamu, serta dampak kesehatannya seperti gangguan lambung, hipertensi, kerusakan hati dan ginjal, hingga risiko kematian. Edukasi juga menekankan pentingnya kehati-hatian terhadap klaim obat tradisional yang berefek “cepat sembuh” atau “cespleng” karena berpotensi mengandung senyawa sintetis seperti sildenafil sitrat, deksametason, natrium diklofenak, hingga sibutramin. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif menggunakan media presentasi, disertai sesi diskusi dan tanya jawab.
Sebagai bagian dari proses hilirisasi pengetahuan, kegiatan ini dilengkapi dengan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pemahaman siswa mengenai bahaya BKO dan cara mengidentifikasi obat tradisional yang aman. Peserta juga diberikan pemahaman praktis agar mampu mengedukasi masyarakat saat menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di apotek maupun fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga dapat berkontribusi dalam praktik swamedikasi yang rasional.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Farmasi Universitas Jember menegaskan komitmennya dalam menghilirisasikan hasil kajian akademik dan informasi regulatif menjadi edukasi aplikatif yang berdampak langsung pada calon tenaga kefarmasian. Program ini tidak hanya meningkatkan literasi kesehatan di kalangan pelajar, tetapi juga membangun kesadaran kritis terhadap keamanan obat tradisional di masyarakat. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dikembangkan sebagai bentuk penguatan peran apoteker dalam menjamin penggunaan obat yang aman, efektif, dan rasional di Indonesia.